biarkan aku menutup mataku
membekukan tetes-tetes penuh harap
menahannya
agar tak jatuh untuk yang kesekian kalinya
hatiku
terlalu sering hancur
jadi remah-remah
jadi sampah
lebih baik kusimpan dalam kotak
masukkan ke kulkas
biar dingin
biar beku
biar tak jadi sampah
otakku
sebagian kecil saja
ikut kumasukkan bersama remah hati yang patah
biar ikut beku
biar tak pikirkan
imaji yang haus akan nyata
tubuhku
mungkin perlu kuikutkan?
biar peluh lelah harap ikut beku
bersama tetes harap yang sudah beku karena dingin hatiku
biar tubuhku beku
hingga ada yang kasihan
membuka kulkas
membawa pahat
hancurkan beku
memeluk hangat
saat itu aku tak ingin membeku
saat ini
biarkan aku membeku dalam diam
bercanda dengan sendiriku
sekali ini saja
aku ingin bersyukur
ada kesendirian
yang tak pernah lelah menemaniku
yang ikut beku bersama hatiku
membekukan tetes-tetes penuh harap
menahannya
agar tak jatuh untuk yang kesekian kalinya
hatiku
terlalu sering hancur
jadi remah-remah
jadi sampah
lebih baik kusimpan dalam kotak
masukkan ke kulkas
biar dingin
biar beku
biar tak jadi sampah
otakku
sebagian kecil saja
ikut kumasukkan bersama remah hati yang patah
biar ikut beku
biar tak pikirkan
imaji yang haus akan nyata
tubuhku
mungkin perlu kuikutkan?
biar peluh lelah harap ikut beku
bersama tetes harap yang sudah beku karena dingin hatiku
biar tubuhku beku
hingga ada yang kasihan
membuka kulkas
membawa pahat
hancurkan beku
memeluk hangat
saat itu aku tak ingin membeku
saat ini
biarkan aku membeku dalam diam
bercanda dengan sendiriku
sekali ini saja
aku ingin bersyukur
ada kesendirian
yang tak pernah lelah menemaniku
yang ikut beku bersama hatiku
In
Tutup Pintu
aku menutup pintu-pintu yang sengaja kubuka lebar untuk menyambutmu. bukan. bukan untuk menghalangimu masuk ke ruang hatiku. aku hanya terlalu lelah tertipu tamu-tamu tak diundang yang kuharap itu adalah kamu. jadi, boleh kututup pintunya?
kalau kamu sudah datang, ketuk saja pintunya.
perlu sedikit waktu untuk menungguku membukakan pintu untukmu, tolong tunggu sebentar. suara ketukanmu mungkin terlalu pelan atau aku yang terlalu sibuk sehingga tak menyadari kedatanganmu.
ketuk saja lagi. panggil namaku.
jika lelah, bersandarlah di pintu itu. sebentar saja. tak akan lama. jangan pergi.
aku pasti akan membukanya.
kalau kamu sudah datang, ketuk saja pintunya.
perlu sedikit waktu untuk menungguku membukakan pintu untukmu, tolong tunggu sebentar. suara ketukanmu mungkin terlalu pelan atau aku yang terlalu sibuk sehingga tak menyadari kedatanganmu.
ketuk saja lagi. panggil namaku.
jika lelah, bersandarlah di pintu itu. sebentar saja. tak akan lama. jangan pergi.
aku pasti akan membukanya.

