Balada Musim Gugur
8:48 PMaku memandangmu lekat
mengucap nama yang sudah 2 bulan ini tak pernah keluar dari bibirku
kamu melangkah
tepat di depanku
seperti hujan di musim gugur
kamu bawa sejuk
mengalir menelusup remah-remah daun kering
hawa yang telah lama aku lupa
senyummu masih manis
seperti saat kita dalam satu udara yang sama
seperti saat kita lekat memandang masing-masing
seperti saat kamu bilang "kamu hati-hati ya"
mungkin rasa ini sudah tak seperti dulu
tak membuncah dari sudut-sudut hati yang beku
tapi tetap saja
aku terpaku hingga punggungmu tak lagi tampak olehku
salahkan angin musim gugur yang membawaku menari
hampa dalam buain senyum yang tak sampai 3 detik tertangkap mataku
kemudian jatuhkanku dengan lembutnya bersama alir tangis
aku tak bisa menahannya
gadis bodoh musim panas
masih tetap bodoh di musim gugur
ada tangis yang sia-sia terbuang untuknya
ada hati yang patah lagi olehnya
sudah cukup
satu kali saja di musim gugur aku menatapnya lagi
selanjutnya biar aku jalani musim lainnya tanpa dirimu
mungkin itu lebih baik
tapi aku rindu

0 comments