Kamu Sibuk

11:40 AM



Sudah dua minggu sejak kita terakhir bertemu. Namamu masih saja menggelayut dalam ruang-ruang otakku. Memaksa kembali kenangan menjelma harapan. Sayang, yang ada hanya harapan kosong.

Kamu bilang kamu sangat sibuk. Entah sesibuk apa. Aku tak tahu walaupun terkadang ingin cari tahu. Sesibuk itu hingga lupa membalas pesanku. Pesan penting, bukan sekadar aku ingin menyapamu. Pesan penting yang melibatkan banyak orang. Tapi kamu lupa membalasnya. Harus selalu aku, mengingatkanmu, menunggumu membalasnya lagi.

Kamu sibuk. Tak sempat lagi membalas pesan elektronik yang kukirim padamu sejak dua minggu lalu. Pesan yang kuketik dalam rasa sakit yang mewujud tangis. Kamu tak hiraukan.

Mungkin sengaja. Kamu menjauh. Hilangkan wujud yang menggagas rasa yang harusnya tak boleh ada.

Setidaknya jangan seperti ini.

Jangan seperti ini.

Aku yang bermain dalam lakon antagonis, bukan kamu.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe