Jika Kamu Membacanya
10:36 PMketika imajinasi harus terkubur fakta
aku masih menyisakan satu harapan padamu
padamu yang terduduk di ujung sana
yang menyunggingkan senyum tanpa tahu apa yang harus disenyumi
walaupun ini sia-sia
aku bukan yang ada di sana
aku masih menaruh harap
kosong. kata mereka
iya. aku tahu
aku yang selalu sok tahu
meyakinkan hati kalau ini benar
menepis nyata bergelayut mimpi
aku dan kamu
mungkin kamu tak setampan pria itu
mungkin kamu tak setampan pria itu
atau sekaya pria di sudut sana
tapi kamu dan hatimu
aku terlalu banyak menggantung mimpi bersamamu
membayangkan aku, kamu, dan si kecil
terlalu jauh memang
tapi tak ada larangan bukan?
kamu yang selalu membetulkan letak kacamatamu
selalu membalas lambai tanganku lengkap dengan senyum
menanyakan kesedihanku
menimpali setiap candaku
kamu yang terkadang jadi pemalu
tapi kamu dan hatimu
aku terlalu banyak menggantung mimpi bersamamu
membayangkan aku, kamu, dan si kecil
terlalu jauh memang
tapi tak ada larangan bukan?
kamu yang selalu membetulkan letak kacamatamu
selalu membalas lambai tanganku lengkap dengan senyum
menanyakan kesedihanku
menimpali setiap candaku
kamu yang terkadang jadi pemalu
tak pernahkah ada sedikit rasa padaku?
sementara aku dengan mudahnya jatuh padamu
dan kau masih saja berkutat dengan tontonanmu
aku mengakuinya
setelah sekian lama
setelah memutuskan untuk menutup rasa
aku mengakuinya
aku jatuh. benar-benar jatuh
tak pernah kau sadari itu
kau terlalu baik
hingga akhirnya terlalu jahat bagiku
kenapa harus tersenyum?
kenapa harus menimpali candaku?
kenapa harus meredakan tangisku?
kenapa tak mencintaiku?
tak ada yang menjawab tanyaku
tak ada yang bisa
hanya kamu yang tahu
hanya kamu yang jawab
sementara aku dengan mudahnya jatuh padamu
dan kau masih saja berkutat dengan tontonanmu
aku mengakuinya
setelah sekian lama
setelah memutuskan untuk menutup rasa
aku mengakuinya
aku jatuh. benar-benar jatuh
tak pernah kau sadari itu
kau terlalu baik
hingga akhirnya terlalu jahat bagiku
kenapa harus tersenyum?
kenapa harus menimpali candaku?
kenapa harus meredakan tangisku?
kenapa tak mencintaiku?
tak ada yang menjawab tanyaku
tak ada yang bisa
hanya kamu yang tahu
hanya kamu yang jawab

0 comments