Rindu Larut
10:27 PMIni sudah larut, tapi aku masih memikirkanmu. Entah mengapa. Sepertinya aku sudah berkali-kali bilang, ini sudah usai. Nyatanya..
Ibu selalu mengatakan hal yang sama setiap saat aku menceritakan dirimu.
"Dia bahkan tak memberi harapan. Kenapa masih menyukainya?"
Aku tahu Bu.. Anakmu yang bodoh ini tahu.
Ketika detik-detik menuju tengah malam semakin nyaring terdengar, aku tak bisa pejamkan mataku. Ada kamu setiap kucoba untuk merapatkan kelopak mataku. Ada kamu yang mengetuk-ngetuk pintu mimpiku. Memasang wajah penuh harap agar aku membolehkanmu masuk dan membangkitkan kembali rasa-rasa itu.
Aku lelah mencoba.
Sekarang bahkan lebih buruk. Tak ada lagi tatap-tatap penuh goda tersirat rasa. Tak ada lagi kata-kata penuh manja tersirat harap. Tak ada lagi kita dalam satu garis sejajar, dekat tak berjarak. Kamu menghindar.
Iya. Aku mengakhirinya. Memberi pesan terakhir bertuliskan "ini pesan terakhir". Itu siratan. Bukan suratan.
Lalu bagaimana sekarang?
Aku rindu

0 comments